Resmi Dilantik! Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Hum. Nahkodai DPW IAEI Kalimantan Timur, Siap Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

SAMARINDA, FEBI NEWS — Sebuah babak baru dalam upaya pengembangan dan penguatan sektor ekonomi syariah di Benua Etam resmi dimulai. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi telah dilantik pada hari Kamis, 15 Oktober 2026. Mengambil tempat di Grand Sawit Hotel Samarinda, prosesi pelantikan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah momentum krusial yang menandai komitmen kuat dalam menyinergikan peran para pakar dan ahli guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di wilayah Kalimantan Timur.

Suasana khidmat menyelimuti jalannya prosesi pengukuhan pengurus baru ini. Agenda bersejarah ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPW IAEI Kalimantan Timur yang dibawakan langsung oleh Dr. Erika Takidah, selaku Anggota Bidang Pengembangan Organisasi, Pembinaan Wilayah, dan Komisariat. Setelah pembacaan ketetapan tersebut, puncak acara pelantikan dipimpin secara langsung oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IAEI, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec., yang hadir untuk mengambil sumpah dan melantik jajaran pengurus baru.

Dalam pelantikan ini, tongkat komando kepemimpinan DPW IAEI Kalimantan Timur resmi diamanahkan kepada akademisi terkemuka, Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Hum., yang dikukuhkan sebagai Ketua. Di bawah kepemimpinan beliau, turut dilantik sebanyak 21 koordinator pengurus yang akan menjadi motor penggerak organisasi. Puluhan tokoh, akademisi, dan praktisi ini nantinya akan didistribusikan untuk menjalankan amanah dalam 13 bidang kepengurusan strategis. Struktur organisasi yang komprehensif ini dirancang agar setiap lini pengembangan ekonomi syariah—mulai dari riset, advokasi, hingga implementasi—dapat tertangani dengan lebih fokus, terarah, dan profesional.

Pelantikan pengurus baru ini menjadi titik tolak yang sangat penting bagi DPW IAEI Kalimantan Timur untuk segera merapatkan barisan. Organisasi ini didorong untuk terus memperkuat koordinasi internal sekaligus membangun sinergi eksternal yang solid antarberbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Kehadiran kepengurusan baru ini memikul harapan besar untuk dapat memberikan kontribusi dan aksi nyata dalam mengawal, mengedukasi, dan memajukan industri serta keuangan syariah di daerah.

Lebih jauh, melalui nakhoda baru beserta jajaran kepengurusannya, IAEI Kalimantan Timur diharapkan dapat segera merumuskan dan mengeksekusi program-program kerja yang inovatif dan berdaya guna. Fokus utamanya mencakup upaya masif dalam peningkatan literasi ekonomi dan keuangan Islam di kalangan masyarakat luas, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, serta perluasan jejaring kolaborasi. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci, yang melibatkan kemitraan erat dengan berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintahan, lembaga keuangan syariah, dan institusi strategis lainnya.

Pada akhirnya, eksistensi IAEI di tingkat wilayah diproyeksikan untuk menjadi wadah yang inklusif dan dinamis bagi para akademisi, praktisi, cendekiawan, serta pemerhati ekonomi Islam. Mereka diharapkan dapat duduk bersama, merumuskan kebijakan, dan melahirkan inovasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang berkeadilan, berkelanjutan (sustainable), dan membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat.

Dengan resminya kepengurusan DPW IAEI Kalimantan Timur yang baru, ekosistem ekonomi syariah di daerah ini diyakini akan semakin tangguh. Organisasi ini dipastikan akan mengambil peran proaktif sebagai garda terdepan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai dan prinsip Islam.